Selamat datang siswa kelas 10 di materi pembelajaran yang menarik ini! Kita akan menjelajahi topik “Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam di Nusantara” yang dipersiapkan khusus untuk kalian. Sejarah bukan hanya tentang mengingat tanggal dan peristiwa, melainkan memahami secara lebih dalam bagaimana budaya kita terbentuk dan berkembang. Dalam pembelajaran ini, kita akan menemukan bagaimana pengaruh Islam sejak pertama kali masuk ke Nusantara mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, dan politik di masyarakat kita saat ini. Materi ini juga akan menyoroti berbagai bentuk akulturasi yang terjadi antara budaya lokal dan Islam, menawarkan wawasan yang lebih kaya untuk mempelajari sejarah kita. Pastikan kalian juga mengunjungi bimbel.net/ untuk memperdalam pemahaman dan pencapaian kalian!
Melalui pembelajaran ini, tujuan utama kita adalah untuk memahami peran penting yang dimainkan oleh Islam dalam membentuk kebudayaan Nusantara. Kita akan menggali bagaimana nilai-nilai dan tradisi Islam telah diintegrasikan ke dalam kebiasaan lokal, menciptakan warisan budaya yang unik dan saling terkait. Topik ini bukan hanya penting untuk dikuasai demi nilai akademik semata, tetapi juga untuk membangun perspektif kalian mengenai keberagaman yang menyatukan masyarakat kita. Semoga materi ini membantu kalian dalam mempersiapkan diri menghadapi ujian dan meningkatkan penghargaan terhadap kekayaan sejarah Nusantara.
Latihan Soal
1) Salah satu ciri khas arsitektur masjid-masjid kuno di Indonesia yang menunjukkan adanya proses akulturasi dengan budaya Hindu-Buddha adalah…
2) Menara Masjid Kudus yang bentuknya menyerupai candi atau bale kulkul merupakan bukti nyata bahwa proses penyebaran Islam di Nusantara dilakukan dengan cara…
3) Karya sastra berupa cerita atau dongeng yang mendapat pengaruh dari ajaran Islam dan seringkali digubah dari cerita Hindu-Buddha dengan tokoh-tokoh bernuansa Islami disebut…
4) Upacara Grebeg Maulud di keraton Yogyakarta dan Surakarta yang menampilkan “gunungan” sebagai wujud syukur merupakan perpaduan antara peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tradisi…
5) Penggunaan gelar “Sultan” dan konsep “khalifatullah fil ardh” (wakil Allah di bumi) oleh raja-raja Islam di Nusantara merupakan bentuk akulturasi dalam bidang…
6) Dalam seni ukir Islam di Nusantara, seringkali tidak ditemukan gambar makhluk hidup secara realis. Sebagai gantinya, para seniman melakukan penyamaran bentuk (stilisasi) menjadi motif…
7) Aksara Arab yang digunakan untuk menuliskan bahasa Melayu dikenal dengan sebutan…
8) Tradisi tahlilan atau kenduri kematian yang diisi dengan doa-doa dan zikir Islam pada hari ke-3, ke-7, ke-40, dan seterusnya merupakan contoh akulturasi antara ajaran Islam dengan kepercayaan…
9) Sistem kalender Jawa yang diciptakan oleh Sultan Agung dari Mataram merupakan perpaduan antara sistem penanggalan…
10) Salah satu saluran Islamisasi yang paling efektif pada tahap awal di daerah pesisir Nusantara adalah melalui…
11) Analisis yang paling tepat mengenai alasan mengapa Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat Nusantara dibandingkan agama sebelumnya adalah…
12) Penempatan kompleks makam raja-raja Islam seperti di Imogiri di lokasi dataran tinggi atau bukit merupakan kelanjutan dari konsep pra-Islam yang menganggap…
13) Wayang kulit digunakan oleh Walisongo, terutama Sunan Kalijaga, sebagai media dakwah. Bentuk akulturasi yang terjadi dalam pertunjukan wayang tersebut adalah…
14) Karya sastra yang berisi ajaran tasawuf atau mistisisme Islam yang mendalam, seringkali dalam bentuk tembang atau puisi, disebut…
15) Konsep “Dewa-Raja” pada masa Hindu-Buddha yang menganggap raja sebagai titisan dewa mengalami transformasi pada masa Islam. Raja tidak lagi dianggap sebagai dewa, melainkan sebagai…
16) Berikut ini yang bukan merupakan jalur penyebaran agama Islam di Nusantara adalah…
17) Teori yang menyatakan bahwa Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-13 Masehi dan berasal dari Gujarat, India, didukung oleh bukti berupa…
18) Peran utama lembaga pendidikan pondok pesantren pada masa awal perkembangan Islam di Nusantara adalah…
19) Proses percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan memengaruhi tanpa menghilangkan ciri khas dari masing-masing kebudayaan aslinya disebut…
20) Pintu gerbang atau gapura pada kompleks masjid dan makam kuno yang berbentuk seperti candi bentar (terbelah dua) adalah contoh pengaruh arsitektur dari masa…
21) Analisis yang paling tepat mengenai mengapa kesenian menjadi media dakwah yang sangat efektif di Nusantara adalah…
22) Babad Tanah Jawi adalah contoh karya sastra sejarah yang menceritakan sejarah raja-raja Jawa. Meskipun berisi silsilah dan peristiwa, karya ini seringkali dicampur dengan unsur mitos dan legenda. Hal ini menunjukkan bahwa…
23) Tradisi perayaan Tabot di Bengkulu dan Pariaman untuk memperingati wafatnya cucu Nabi Muhammad, Husein bin Ali, menunjukkan adanya pengaruh Islam dari…
24) Seni kaligrafi yang dilukis menyerupai bentuk tokoh wayang seperti Semar atau Arjuna adalah contoh cemerlang dari…
25) Struktur makam Islam di Nusantara yang terdiri dari jirat/kijing (bangunan makam), nisan (tanda makam), dan cungkup (atap peneduh) seringkali menyerupai struktur…
26) Mengapa ajaran Tasawuf (sufisme) memiliki peran penting dalam proses Islamisasi di Nusantara?
27) Keberadaan kolam atau parit di depan masjid-masjid kuno, seperti Masjid Agung Banten, selain untuk bersuci juga merupakan warisan arsitektur…
28) Teori Mekkah yang didukung oleh Buya Hamka menyatakan bahwa Islam datang langsung dari Arab pada abad ke-7 M. Salah satu argumen utama yang mendukung teori ini adalah…
29) Permainan tradisional dan lagu anak-anak seperti “Lir-ilir” atau “Cublak-cublak Suweng” yang diciptakan oleh Sunan Giri merupakan contoh dakwah melalui…
30) Kesimpulan terbaik dari beragamnya bentuk akulturasi budaya Islam di Nusantara adalah…
31) Berikut ini yang merupakan contoh akulturasi di bidang busana adalah…
32) Nama bulan Sura dan Pasa dalam kalender Jawa Sultan Agung diambil dari nama bulan Islam, yaitu…
33) Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Raja-Raja Pasai adalah contoh karya sastra yang berfungsi untuk…
34) Masjid Agung Banten memiliki atap tumpang khas Jawa, namun juga memiliki menara yang arsitekturnya mirip mercusuar Eropa. Hal ini menunjukkan…
35) Debus di Banten dan Tarian Saman di Aceh adalah contoh kesenian yang pada awalnya digunakan sebagai…
36) Kata “pendopo” pada arsitektur Jawa yang sering ditemukan di depan masjid kuno berasal dari kata “mandapa” dari masa Hindu-Buddha yang berfungsi sebagai…
37) Proses Islamisasi melalui perkawinan sering terjadi antara…
38) Batu nisan pada makam Fatimah binti Maimun di Leran, Gresik, merupakan salah satu bukti arkeologis tertua tentang…
39) Apa kesimpulan yang dapat ditarik dari fakta bahwa banyak istilah dalam bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab (contoh: adil, musyawarah, rakyat, hikmat)?
40) Jika Anda mengunjungi sebuah makam kuno dan menemukan nisan dengan ukiran kaligrafi yang samar-samar membentuk pola seperti tubuh manusia atau burung, Anda sedang menyaksikan contoh…
A. Vandalisme atau perusakan makam B. Seni ukir yang gagal C. Akulturasi antara seni kaligrafi Islam dengan seni stilasi bentuk makhluk hidup dari masa pra-Islam D. Pengaruh seni dari zaman kolonial E. Bukti bahwa seniman tersebut tidak bisa menulis huruf Arab dengan benar
Website Ujian Online
Bagaimana perasaan kalian setelah mencoba latihan soal mengenai Akulturasi dan Perkembangan Budaya Islam di Nusantara? Apakah soal-soal tersebut membantu kalian dalam memahami konsep yang telah dipelajari? Kami berharap latihan ini memberikan wawasan yang lebih jelas dan membuat kalian semakin tertarik untuk mendalami sejarah perkembangan budaya di tanah air kita. Apakah ada soal yang kalian anggap menantang? Ingatlah bahwa setiap soal adalah kesempatan untuk belajar lebih banyak!
Bagi kalian yang ingin menggali lebih dalam lagi, kami mengundang kalian untuk menjelajahi lebih banyak soal latihan melalui Platform Ujian Online. Situs ini sangat berguna dalam persiapan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Di sana, kalian dapat menemukan berbagai simulasi ujian dengan fitur-fitur yang menyerupai ujian sebenarnya, seperti countdown timer dan sistem penilaian otomatis. Dengan demikian, kalian dapat mengukur kemampuan kalian dengan lebih efektif dan mempersiapkan diri dengan percaya diri untuk menghadapi ujian yang sesungguhnya. Selamat belajar dan semoga sukses!