Apakah kalian pernah bertanya-tanya bagaimana sebuah bisnis dapat mengetahui kapan mereka akan mencapai titik impas? Nah, itu adalah salah satu keterampilan penting yang akan kita pelajari dalam materi prakarya kelas 10 SMA IPA. Dalam topik ini, kita akan mengeksplorasi “Analisis Titik Impas (Break Even Point) Usaha Produk Rekayasa”. Melalui analisis ini, kalian akan belajar bagaimana menentukan berapa banyak produk yang harus dijual agar usaha kalian tidak mengalami kerugian. Ini adalah konsep yang sangat penting bagi siapa saja yang bermimpi menjadi seorang wiraswastawan atau berencana terjun ke dunia bisnis. Untuk penjelasan lebih lengkap, kalian bisa mengunjungi bimbel.net/ yang menyediakan berbagai informasi menarik seputar mata pelajaran ini.
Materi ini dirancang untuk mengasah kemampuan analisis kalian dalam pengelolaan usaha, terutama bagaimana membuat keputusan yang baik berdasarkan data yang tersedia. Memahami titik impas akan membantu kalian membuat perencanaan keuangan yang lebih efektif, yang pada akhirnya berkontribusi pada kesuksesan bisnis di masa depan. Ini juga bukan hanya tentang hitungan matematika, tetapi juga tentang mengembangkan pikiran analitis dan strategis dalam menghadapi tantangan dunia usaha. Dengan kemampuan ini, kalian siap menghadapi tantangan bisnis di masa depan dengan percaya diri dan sikap yang bijaksana.
Latihan Soal
1) Kondisi di mana total pendapatan (Total Revenue) suatu usaha sama dengan total biaya (Total Cost), sehingga tidak mengalami keuntungan maupun kerugian, disebut…
2) Dalam usaha pembuatan produk rekayasa berupa ‘smart-switch’ berbasis IoT, biaya pembelian komponen mikrokontroler untuk setiap unit produk tergolong dalam…
3) Manakah dari berikut ini yang merupakan contoh biaya tetap (Fixed Cost) dalam usaha perakitan drone edukasi?
4) Rumus yang tepat untuk menghitung BEP dalam unit adalah…
5) Sebuah usaha produk rekayasa ‘charger portabel’ memiliki total biaya tetap Rp 4.000.000 per bulan. Biaya variabel untuk membuat satu unit adalah Rp 60.000. Jika harga jual per unit adalah Rp 100.000, berapa unit yang harus dijual untuk mencapai titik impas?
6) Selisih antara harga jual per unit dengan biaya variabel per unit disebut sebagai…
7) Dari data pada soal nomor 5, berapakah BEP dalam Rupiah yang harus dicapai oleh usaha tersebut?
8) Jika harga jual sebuah produk rekayasa diturunkan untuk menghadapi persaingan, sementara biaya tetap dan biaya variabel per unit tidak berubah, maka titik impas (BEP) dalam unit akan…
9) Perusahaan “Auto-Grow” yang memproduksi alat penyiram tanaman otomatis berhasil melakukan efisiensi dengan menemukan pemasok komponen sensor yang lebih murah. Hal ini menyebabkan penurunan biaya variabel per unit. Apa dampak dari perubahan ini terhadap BEP (unit)?
10) Analisis BEP sangat penting bagi wirausahawan produk rekayasa, terutama untuk…
11) Suatu usaha memiliki biaya tetap Rp 15.000.000, biaya variabel per unit Rp 200.000, dan harga jual per unit Rp 350.000. Berapakah margin kontribusi per unit dari produk tersebut?
12) Jika penjualan aktual sebuah produk rekayasa berada di atas titik impas, maka perusahaan tersebut…
13) Dalam grafik BEP, titik impas terjadi pada saat garis Total Pendapatan…
14) Usaha produk rekayasa “Aqua Sensor” mengeluarkan biaya total sebagai berikut: sewa tempat Rp 2.000.000, gaji admin Rp 1.500.000, biaya bahan baku dan komponen Rp 50.000/unit, upah perakit Rp 25.000/unit, biaya kemasan Rp 5.000/unit. Total biaya variabel per unit adalah…
15) Berdasarkan data dari soal nomor 14, jika harga jual produk “Aqua Sensor” adalah Rp 160.000 per unit, berapakah BEP dalam unit?
16) Sebuah usaha mencapai BEP pada penjualan Rp 20.000.000. Jika total biaya tetapnya adalah Rp 8.000.000, berapakah rasio margin kontribusi terhadap penjualan? (Rumus: Rasio CM = Biaya Tetap / BEP Rupiah)
17) Sebuah usaha produk rekayasa memiliki BEP pada 500 unit. Margin kontribusi per unit adalah Rp 20.000. Jika usaha tersebut ingin mendapatkan laba sebesar Rp 4.000.000, berapa total unit yang harus dijual?
18) Peningkatan biaya tetap, misalnya karena membeli mesin produksi baru yang lebih canggih, akan menyebabkan titik impas (BEP) dalam unit menjadi…
19) Rumus untuk menghitung BEP dalam Rupiah adalah…
20) Suatu produk rekayasa dijual seharga Rp 250.000. Biaya variabel per unitnya adalah Rp 150.000. Biaya tetap totalnya adalah Rp 20.000.000. Jika perusahaan berhasil menjual 250 unit, maka perusahaan akan…
21) Area di dalam grafik BEP di mana garis Total Pendapatan berada di bawah garis Total Biaya disebut…
22) Sebuah perusahaan dapat menurunkan titik impasnya dengan cara…
23) Biaya untuk riset dan pengembangan (R&D) dalam menciptakan prototipe produk rekayasa baru, sebelum produksi massal, seringkali dianggap sebagai…
A. Biaya variabel per unit B. Biaya yang diabaikan dalam perhitungan BEP C. Biaya tetap awal atau biaya investasi D. Margin kontribusi E. Pendapatan usaha
24) Usaha “Lampu Pintar” memiliki biaya tetap Rp 6.000.000. Harga jual produk Rp 150.000. Jika BEP unit terjadi pada 60 unit, berapakah biaya variabel per unitnya?
A. Rp 100.000 B. Rp 60.000 C. Rp 50.000 D. Rp 90.000 E. Rp 150.000
25) Jika sebuah usaha produk rekayasa tidak memiliki biaya tetap (misalnya semua dikerjakan di rumah tanpa sewa dan alat sudah lunas), maka…
A. BEP tidak dapat dihitung B. BEP adalah pada unit ke-0, artinya keuntungan didapat sejak unit pertama terjual C. Usaha tersebut pasti akan selalu merugi D. BEP akan sangat tinggi E. Biaya variabel menjadi biaya tetap
26) Biaya pemasaran seperti iklan online dan biaya untuk mengikuti pameran teknologi, dalam konteks analisis BEP, paling tepat dikelompokkan sebagai…
A. Biaya variabel B. Biaya tetap C. Biaya produksi langsung D. Harga pokok penjualan E. Pendapatan ditunda
27) Sebuah produk rekayasa memiliki harga jual Rp 500.000. Rasio biaya variabel terhadap harga jual adalah 60%. Biaya tetap total adalah Rp 10.000.000. Berapa BEP unit produk tersebut?
A. 20 unit B. 34 unit C. 40 unit D. 50 unit E. 100 unit
28) Perusahaan A memiliki biaya tetap tinggi dan biaya variabel rendah. Perusahaan B memiliki biaya tetap rendah dan biaya variabel tinggi. Manakah pernyataan yang paling tepat?
A. Perusahaan A akan lebih cepat mencapai BEP daripada Perusahaan B B. Perusahaan B memiliki risiko yang lebih rendah saat volume penjualan rendah C. Perusahaan A tidak akan pernah bisa untung D. Perusahaan B akan lebih untung pada volume penjualan sangat tinggi E. Kedua perusahaan akan memiliki BEP yang sama
29) Total pendapatan dapat dihitung dengan rumus…
A. Biaya Tetap + Biaya Variabel B. Harga Jual per Unit x Jumlah Unit Terjual C. Laba / Jumlah Unit Terjual D. Total Biaya – Laba E. Margin Kontribusi x Biaya Tetap
30) Asumsi dasar dalam analisis BEP adalah…
A. Harga jual produk selalu berubah-ubah B. Semua biaya dapat diklasifikasikan dengan jelas menjadi biaya tetap dan variabel C. Biaya tetap selalu berubah sesuai volume produksi D. Jumlah unit yang diproduksi selalu lebih sedikit dari yang terjual E. Laba tidak pernah menjadi tujuan utama usaha
31) Biaya penyusutan (depresiasi) dari mesin 3D printer yang digunakan untuk mencetak casing produk rekayasa adalah contoh dari…
A. Biaya variabel B. Biaya bahan baku C. Biaya tetap D. Pendapatan E. Laba ditahan
32) Jika sebuah perusahaan ingin mencapai target laba tertentu, maka jumlah unit yang harus dijual dapat dihitung dengan rumus…
A. (Biaya Tetap + Target Laba) / Margin Kontribusi per unit B. (Biaya Tetap – Target Laba) / Margin Kontribusi per unit C. Biaya Tetap / (Margin Kontribusi per unit + Target Laba) D. Target Laba / Biaya Tetap E. (Target Laba / Harga Jual) + BEP Unit
33) Total biaya untuk memproduksi 10 unit alat adalah Rp 1.500.000. Total biaya untuk memproduksi 20 unit adalah Rp 2.000.000. Berapakah biaya variabel per unitnya?
A. Rp 150.000 B. Rp 100.000 C. Rp 75.000 D. Rp 50.000 E. Rp 200.000
34) Dari data soal nomor 33, berapakah total biaya tetapnya?
A. Rp 500.000 B. Rp 2.000.000 C. Rp 1.500.000 D. Rp 750.000 E. Rp 1.000.000
35) Batas keamanan (Margin of Safety) dalam analisis BEP adalah…
A. Selisih antara anggaran penjualan dengan BEP B. Selisih antara biaya tetap dan biaya variabel C. Jumlah unit produksi yang rusak D. Sama dengan titik impas E. Cadangan biaya untuk keadaan darurat
36) Jika Margin of Safety suatu usaha rendah, artinya…
A. Usaha tersebut sangat menguntungkan B. Risiko kerugian sangat kecil C. Penjualan riil tidak jauh di atas titik impas, sehingga risiko rugi cukup tinggi jika penjualan turun sedikit D. Harga jual produk terlalu tinggi E. Biaya tetap usaha tersebut sangat rendah
37) Biaya listrik untuk mesin-mesin produksi yang konsumsinya naik-turun sesuai jumlah produksi adalah contoh…
A. Biaya Tetap Murni B. Biaya Semi-Variabel (atau Campuran) C. Biaya Investasi D. Biaya Hangus (Sunk Cost) E. Biaya Administrasi
38) Sebuah usaha memiliki data: FC = Rp 7.500.000, VC/unit = Rp 40.000, P/unit = Rp 115.000. Berapa laba atau rugi jika perusahaan hanya mampu menjual 80 unit?
A. Rugi Rp 1.500.000 B. Laba Rp 1.500.000 C. Rugi Rp 6.000.000 D. Laba Rp 9.200.000 E. Impas
39) Dalam analisis BEP, jika biaya variabel per unit lebih tinggi dari harga jual per unit, maka…
A. Perusahaan akan cepat mencapai BEP B. BEP akan bernilai negatif, yang berarti tidak mungkin dicapai C. Setiap unit yang terjual akan menambah kerugian, dan BEP tidak akan pernah tercapai D. Biaya tetap harus dinaikkan untuk mencapai BEP E. Margin kontribusi akan positif
40) Tujuan utama melakukan analisis sensitivitas terhadap BEP (melihat apa yang terjadi jika biaya atau harga berubah) adalah untuk…
A. Memastikan perusahaan tidak akan pernah rugi B. Memahami risiko usaha dan mempersiapkan rencana jika kondisi pasar berubah C. Menentukan jumlah karyawan yang harus dipekerjakan D. Menghitung pajak yang harus dibayar E. Mengganti semua biaya tetap menjadi biaya variabel
Website Ujian Online
Bagaimana pengalaman kalian setelah mencoba latihan soal analisis titik impas ini? Apakah soal-soal tersebut membantu, menantang, atau justru membuat konsepnya menjadi lebih jelas bagi kalian? Kami berharap, melalui latihan-latihan ini, kalian dapat merasakan manfaat dari pembelajaran yang dilakukan secara mandiri dan pastinya dapat lebih mengasah keterampilan analisis kalian. Rasakan, bagaimana sebenarnya gimana serunya menggali lebih dalam mengenai dunia usaha dan semua strategi yang harus kalian lakukan agar dapat bertahan dan berkembang di dalamnya.
Bagi kalian yang ingin lebih memperdalam pengetahuan dan persiapan untuk ujian, kami sangat merekomendasikan untuk menjelajahi lebih banyak soal latihan melalui Ujian.online, sebuah platform untuk simulasi ujian daring. Platform ini sangat berguna untuk persiapan Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Cobalah akses Simulasi Ujian Online yang menawarkan fitur ujian layaknya ujian sebenarnya, seperti pengatur waktu hitung mundur dan sistem penilaian otomatis, untuk membantu kalian menilai performa dan mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi ujian sebenarnya.