Assalamualaikum, teman-teman hebat! Selamat datang di sesi latihan soal PAI yang pastinya seru dan bermanfaat. Hari ini, kita akan menyelami lebih dalam makna dan isi kandungan dari dua ayat Al-Qur’an yang luar biasa, yaitu Q.S. an-Nisa ayat 146 dan Q.S. al-Baqarah ayat 153. Memahami Al-Qur’an bukan hanya tentang membacanya, tetapi juga menggali pesan cinta dari Allah SWT yang ada di dalamnya. Melalui latihan ini, kita akan belajar tentang pentingnya ikhlas dalam beramal, cara bertaubat yang benar, serta kekuatan sabar dan shalat dalam menghadapi setiap tantangan hidup. Dengan memahami materi ini, kalian tidak hanya siap untuk ujian di sekolah, tetapi juga bisa mendapatkan bekal berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Yuk, kita mulai petualangan belajar kita dan temukan berbagai materi pendukung lainnya di bimbel.net/ yang bisa membantu kalian kapan saja.
Tujuan utama dari pembelajaran kita kali ini adalah agar nilai-nilai luhur dari kedua ayat tersebut bisa meresap ke dalam hati dan tercermin dalam perilaku kita sehari-hari. Bayangkan, betapa kerennya jika kita bisa menjadi orang yang selalu tulus dalam menolong teman, tidak pamer, dan tetap kuat serta sabar saat menghadapi kesulitan, seperti saat mengerjakan soal yang sulit atau saat ada masalah dengan teman. Q.S. an-Nisa ayat 146 akan mengajarkan kita tentang bagaimana cara menghindari sifat munafik dengan selalu ikhlas karena Allah, sementara Q.S. al-Baqarah ayat 153 akan menjadi “charger” spiritual kita, mengingatkan bahwa sabar dan shalat adalah penolong terbaik, dan Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Jadi, siapkan diri kalian, fokus, dan mari kita buktikan bahwa belajar PAI itu asyik dan sangat relevan dengan kehidupan kita!
Latihan Soal
1) Q.S. an-Nisa ayat 146 memberikan pengecualian bagi orang-orang munafik yang tidak akan berada di kerak neraka. Siapakah mereka?
2) Berdasarkan Q.S. al-Baqarah ayat 153, Allah SWT memerintahkan orang-orang beriman untuk memohon pertolongan dengan cara…
3) Kata “ikhlas” dalam konteks Q.S. an-Nisa ayat 146 berarti memurnikan amalan hanya untuk…
4) Potongan ayat “Innallāha ma’aṣ-ṣābirīn” dalam Q.S. al-Baqarah ayat 153 memiliki arti…
5) Rina selalu mengerjakan tugas piket kelas dengan sungguh-sungguh, baik ketika diawasi guru maupun tidak. Ia melakukannya karena sadar itu adalah tanggung jawabnya sebagai seorang muslim yang mencintai kebersihan. Sikap Rina mencerminkan pengamalan dari…
6) Ketika mendapat giliran presentasi di depan kelas, Adi merasa sangat gugup. Ia kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan shalat sunnah dua rakaat untuk menenangkan diri dan memohon kelancaran. Tindakan Adi sesuai dengan ajaran dalam…
7) Salah satu syarat agar taubat seorang munafik diterima menurut Q.S. an-Nisa ayat 146 adalah “wa’taṣamụ billāh”, yang artinya…
8) Mengapa Allah menjanjikan akan memberikan pahala yang besar bagi orang-orang beriman yang ikhlas, sebagaimana disebut di akhir Q.S. an-Nisa ayat 146?
9) Doni diejek oleh teman-temannya karena sepatunya sobek. Ia merasa sedih, namun ia tidak membalas ejekan tersebut dan tetap bersikap baik. Sikap Doni adalah bentuk…
10) Lawan dari sifat ikhlas yang dibahas dalam konteks Q.S. an-Nisa ayat 146 adalah…
11) Menurut Q.S. al-Baqarah ayat 153, shalat disebut sebagai penolong karena…
12) “Wa aṣlaḥụ” dalam Q.S. an-Nisa ayat 146 memiliki makna…
13) Seseorang yang bersedekah sejumlah uang lalu mengunggahnya di media sosial dengan harapan mendapat banyak ‘like’ dan pujian, berarti ia belum sepenuhnya mengamalkan isi kandungan…
14) Bagaimana cara seorang siswa menerapkan “sabar” saat menghadapi ujian sekolah, sesuai dengan Q.S. al-Baqarah ayat 153?
15) Orang munafik ditempatkan di “ad-darkil-asfali minan-nār”, yang artinya…
16) Dalam Q.S. an-Nisa ayat 146, orang-orang yang ikhlas akan digolongkan bersama…
17) “Yā ayyuhallażīna āmanusta’īnụ biṣ-ṣabri waṣ-ṣalāh”. Ayat ini ditujukan kepada…
18) Andi rajin shalat Dhuha di sekolah. Suatu hari, ia tidak shalat karena lupa membawa sajadah, padahal ia bisa shalat tanpa alas. Temannya bertanya, “Kenapa tidak shalat?”. Andi menjawab, “Malu, tidak ada sajadah.” Sikap Andi ini berpotensi mengurangi nilai…
19) Mengapa sabar dan shalat disebut sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam memohon pertolongan Allah?
20) “Wa akhlaṣụ dīnahum lillāh” adalah syarat keempat agar selamat dari azab bagi kaum munafik. Ini menekankan pentingnya…
21) Berikut ini yang bukan termasuk contoh sabar dalam ketaatan adalah…
22) Janji Allah “fa`ulā`ika ma’al-mu`minīn” berarti orang-orang yang memenuhi syarat taubat akan…
23) Tim sepak bola sekolah kalah dalam pertandingan final. Pelatih menasihati para pemain agar tidak larut dalam kesedihan, tetapi mengambil pelajaran dan berlatih lebih giat. Nasihat pelatih ini sejalan dengan pesan…
A. Ikhlas dalam Q.S. An-Nisa: 146 B. Sabar dalam Q.S. Al-Baqarah: 153 C. Taubat dalam Q.S. An-Nisa: 146 D. Shalat dalam Q.S. Al-Baqarah: 153
24) Apa hikmah utama yang bisa diambil dari diwajibkannya bertaubat dan memperbaiki diri bagi orang munafik dalam Q.S. An-Nisa: 146?
A. Bahwa pintu ampunan Allah selalu terbuka bagi yang mau kembali B. Bahwa dosa kemunafikan adalah dosa yang paling besar C. Bahwa orang munafik tidak akan pernah bisa menjadi baik D. Bahwa perbaikan diri hanya perlu dilakukan oleh pendosa
25) Jika seorang siswa merasa kesulitan memahami pelajaran matematika, penerapan Q.S. Al-Baqarah: 153 yang paling tepat adalah…
A. Meminta jawaban teman saat ujian B. Sabar dalam belajar, terus mencoba, dan berdoa memohon kemudahan C. Berhenti belajar matematika karena merasa tidak mampu D. Hanya shalat tanpa berusaha belajar lagi
26) Kalimat “wa saufa yu`tillāhul-mu`minīna ajran ‘aẓīmā” mengandung janji Allah berupa…
A. Pertolongan di dunia B. Kemudahan dalam segala urusan C. Pahala yang besar D. Kedudukan yang tinggi
27) Urutan syarat taubat bagi orang munafik yang disebutkan dalam Q.S. An-Nisa: 146 adalah…
A. Ikhlas, memperbaiki diri, bertaubat, berpegang teguh pada agama Allah B. Bertaubat, memperbaiki diri, berpegang teguh pada agama Allah, ikhlas C. Memperbaiki diri, ikhlas, bertaubat, berpegang teguh pada agama Allah D. Berpegang teguh pada agama Allah, bertaubat, ikhlas, memperbaiki diri
28) Mengapa Allah secara spesifik menyebut “sabar” sebelum “shalat” dalam Q.S. Al-Baqarah: 153?
A. Karena sabar lebih penting daripada shalat B. Karena untuk bisa melaksanakan shalat dengan baik, dibutuhkan kesabaran C. Karena sabar adalah kunci untuk menghadapi segala masalah sebelum meminta pertolongan lewat shalat D. Jawaban B dan C benar
29) Seseorang yang membantu korban bencana alam hanya agar diliput media dan dianggap dermawan, amalnya tidak akan diterima karena tidak memenuhi unsur…
A. Sabar dan shalat B. Taubat dan perbaikan diri C. Ikhlas karena Allah D. Berpegang teguh pada agama
30) Makna “Allah beserta orang-orang yang sabar” adalah…
A. Allah akan selalu memberikan pertolongan, rahmat, dan bimbingan-Nya kepada orang yang sabar B. Allah secara fisik berada di samping orang yang sabar C. Orang yang sabar tidak akan pernah mendapatkan kesulitan lagi D. Hanya orang sabar yang akan masuk surga
31) Berikut ini yang merupakan penerapan dari “memperbaiki diri” (wa aṣlaḥụ) dalam kehidupan seorang pelajar adalah…
A. Setelah menyontek, ia berjanji tidak akan mengulanginya dan mulai belajar dengan jujur B. Selalu datang tepat waktu ke sekolah C. Menjadi ketua kelas yang bertanggung jawab D. Semua jawaban benar
32) Q.S. An-Nisa adalah surat ke-4 dalam Al-Qur’an, sedangkan Q.S. Al-Baqarah adalah surat ke-…
A. 1 B. 2 C. 3 D. 5
33) Ketika keinginan untuk bermain game sangat kuat saat waktu shalat tiba, seorang muslim yang taat akan menahan keinginannya dan segera shalat. Sikap ini adalah contoh…
A. Sabar dalam menjauhi maksiat B. Sabar dalam menjalankan ketaatan C. Jawaban A dan B benar D. Ikhlas dalam beramal
34) Inti utama yang dapat dipelajari dari kedua ayat (An-Nisa: 146 dan Al-Baqarah: 153) untuk membentuk karakter seorang muslim adalah…
A. Pentingnya ibadah ritual seperti shalat dan puasa B. Pentingnya kekuatan internal (ikhlas, sabar) dan hubungan vertikal dengan Allah (shalat) C. Pentingnya hubungan baik dengan sesama manusia D. Pentingnya menghindari dosa-dosa besar
35) Fulan dikenal sebagai siswa yang sering berbohong kepada guru. Agar ia bisa berubah, langkah pertama yang harus ia lakukan sesuai ajaran Q.S. An-Nisa: 146 adalah…
A. Menjauhi teman-temannya B. Pindah sekolah C. Bertaubat (menyesal dan berjanji tidak mengulangi) D. Memberi hadiah kepada guru sebagai permintaan maaf
36) Seseorang yang mampu menerapkan isi kandungan Q.S. Al-Baqarah: 153 dalam hidupnya akan memiliki sikap…
A. Pesimis dan mudah menyerah B. Optimis, tangguh, dan tidak mudah mengeluh C. Individualis dan tidak peduli orang lain D. Ambisius dan menghalalkan segala cara
37) Sifat munafik sangat berbahaya karena…
A. Merusak kepercayaan dan persatuan di antara umat Islam B. Menampakkan keislaman tetapi hatinya memusuhi Islam C. Sulit dideteksi karena penampilan luarnya seperti orang beriman D. Semua jawaban benar
38) Siti selalu menjaga shalat lima waktu tepat waktu. Ini adalah bentuk penerapan “sabar dalam…”
A. Menjalankan ketaatan B. Menghadapi musibah C. Menjauhi maksiat D. Menuntut ilmu
39) Hubungan antara “berpegang teguh pada agama Allah” dengan “ikhlas” dalam Q.S. An-Nisa: 146 adalah…
A. Ikhlas adalah buah dari keteguhan seseorang dalam memegang ajaran agamanya B. Keduanya tidak memiliki hubungan sama sekali C. Jika seseorang ikhlas, maka ia tidak perlu berpegang teguh pada agama D. Berpegang teguh pada agama hanya penting bagi orang yang tidak ikhlas
40) Jika kamu melihat temanmu sedang bersedih karena suatu masalah, tindakan yang paling sesuai dengan ajaran Q.S. Al-Baqarah: 153 adalah…
A. Mengejeknya karena cengeng B. Meninggalkannya sendirian C. Menasihatinya untuk bersabar dan mengajaknya shalat bersama D. Memberinya uang agar ia tidak sedih lagi
Website Ujian Online
Gimana, teman-teman? Seru dan menantang, kan, latihan soalnya? Semoga setelah mencoba menjawab semua pertanyaan tadi, pemahaman kalian tentang makna Q.S. an-Nisa ayat 146 dan al-Baqarah ayat 153 jadi makin mantap, ya. Coba deh direnungkan sejenak, soal nomor berapa yang paling membuatmu berpikir keras? Atau adakah soal yang membuatmu sadar, “Oh, ternyata ikhlas dan sabar itu seperti ini, ya, contohnya dalam kehidupan sehari-hari.” Pengalaman mengerjakan soal ini bukan cuma soal benar atau salah, tapi juga tentang proses merefleksikan ajaran Al-Qur’an agar lebih dekat dengan kehidupan kita. Semoga latihan ini benar-benar membantu kalian, ya!
Kalau kalian merasa latihan seperti ini bermanfaat dan ingin terus mengasah kemampuan, jangan ragu untuk mampir ke Ujian.online! Di sana, kalian bisa menemukan lebih banyak lagi bank soal untuk berbagai mata pelajaran. Platform ini cocok banget buat persiapan menghadapi Asesmen Sumatif Tengah Semester (ASTS), Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS), maupun Penilaian Akhir Semester (PAS). Kalian bisa mencoba berbagai Simulasi Ujian Online yang didesain mirip dengan ujian sungguhan. Ada fitur keren seperti penghitung waktu mundur yang bikin suasana ujian jadi lebih terasa dan sistem penilaian otomatis yang langsung memberikan hasil. Dengan begitu, kalian bisa langsung tahu sejauh mana penguasaan materi dan bagian mana yang perlu dipelajari lagi. Yuk, manfaatkan teknologinya untuk jadi juara